STRATEGI PENINGKATAN KELAS KEMAMPUAN KELOMPOK TANI DALAM MENERAPKAN PUPUK ORGANIK DI DESA BANYURADEN, KECAMATAN GAMPING KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Abdu, Anggi Mukhairokh (2020) STRATEGI PENINGKATAN KELAS KEMAMPUAN KELOMPOK TANI DALAM MENERAPKAN PUPUK ORGANIK DI DESA BANYURADEN, KECAMATAN GAMPING KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Masters thesis, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Kampus Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

INTISARI Kajian ini bertujuan untuk mengetahui Komponen Faktor Strategi Internal/IFAS dan Komponen Faktor Strategi Eksternal/EFAS serta mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan kelas kemampuan kelompoktani dalam menerapkan pupuk organik. Adapun hasil kajian yang diperoleh yaitu Faktor Strategi Internal (kekuatan) dengan skor teredah (0,07) adalah kelompoktani memiliki rencana usaha pupuk organik dan Faktor Strategi Internal (kelemahan) dengan skor terendah (0,03) adalah belum terlaksananya rencana usaha pupuk organik, dengan skor total IFAS yaitu 2,45. Sedangkan Fakor Strategi Eksternal (peluang) dengan skor terendah (0,10) yaitu adanya PPL sebagai fasilitator dan Faktor Strategi Eksternal (ancaman) dengan skor terendah (0,12) yaitu ancaman tidak adanya regenerasi petani, dengan skor total EFAS 2,45. Dari hasil perhitungan IFAS dan EFAS kemudian dianalisis pada Matrik Internal Eksternal (IE) dan terletak pada kuadran V yang berarti “growth stability” atau tahap penumbuhan, sehingga dihasilkan Alternatif Strategi yang tepat yaitu Strategi SO, yang berarti Strategi Pembinaan dan Kemitraan. Kata Kunci: Strategi Peningkatan, Kelas Kemampuan Kelompoktani, Pupuk Organik, Strategi SWOT

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Kesimpulan Berdasarkan hasil kajian Strategi Peningkatan Kelas Kemampuan Kelompok Tani Dalam Menerapkan Pupuk Organik di Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Komponen Internal Factor Strategy/IFAS Kekuatan (Strengths) yang dimiliki oleh kelompok tani yaitu: (1) Anggota disiplin menghadiri pertemuan, (2) Hasil Pertemuan dibuat notulen, (3) Memiliki struktur organisasi yang komplek, (4) Tersedianya pelayanan Informasi dan Teknologi pupuk organik, (5) Melakukan Evaluasi, (6) Pupuk organik dibahas dalam pertemuan, (7) Melibatkan pihak lain dalam evaluasi, (8) Melakukan pengembangan kapasitas kelompok, (9) Rutin melakukan pertemuan, (10) Memiliki rencana usaha pupuk organik. Sedangkan Internal Factor Strategy/IFAS Kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh kelompok tani yaitu: (1) Belum sepenuhnya melibatkan unsur poktan, (2) Belum terlaksananya pembagian tugas, (3) Belum menentukan kriteria calon pengurus, (4) Administrasi pembukuan belum tertata dan lengkap, (5) Belum melakukan pengkaderan pengurus, (6) Belum memiliki pertauran, (7) Belum terlaksananya rencana usaha pupuk organik. Adapun perolehan skor IFAS yang didapat yaitu 2,45 tergolong kategori rata-rata. 109 2. Komponen Eksternal Factor Strategy/EFAS Peluang (Opportunities) yang dimiliki oleh kelompok tani yaitu: (1) PPL sebagai fasilitator dalam proses belajar bersama, (2) Dispertan sebagai lembaga pemerintah yang mengukuhkan dan mengeluarkan sertifikat kelas kelompok, (3) Tersedianya sumber permodalan (pemerintah/swasta), (4) Memiliki peluang kerjasama dengan pihak lain, (5) Peluang adanya Peraturan alih fungsi lahan. Sedangkan Eksternal Factor Strategy/EFAS Ancaman (Threats) yang dimiliki oleh kelompok tani yaitu: (1) Tidak mendapat bantuan, (2) Ancaman adanya UU budidaya organik, (3) Ancaman penggunaan pupuk kimia bagi kualitas tanah, (4) Ancaman limbah ternak bagi lingkungan, (5) Ancaman tidak adanya regenerasi petani. Adapun perolehan skor EFAS yang didapat yaitu 2,45 tergolong kategori rata-rata. 3. Berdasarkan perolehan total IFAS dan EFAS berdasarkan Matriks IE, posisi organisasi terletak pada Kuadran V yang berarti Growth Stability yaitu konsentrasi melalui integrasi horizontal dan stabil. Berdasarkan komponen IFAS dan EFAS kemudian dikelompokan ke dalam Matriks SWOT sehingga menghasilkan alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam kelompok tani yaitu: (a) SO: Strategi Pembinaan dan Kemitraan (b) ST: Strategi Produksi (c)WO: Strategi Administrasi dan SDM (d) WT: Strategi Observasi 4. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan kelas kemampuan kelompok tani dalam menerapkan pupuk organik yaitu Strategi 110 Pembinaan dan Kemitraan (SO), hal ini berdasarkan hasil skor total IFAS dan EFAS ≥2. Sehingga menghasilkan desain pemberdayaan “Pembuatan Pupuk Organik Metode Bumbung” karena melihat kendala keterbatasan tenaga yang dihadapi petani di Desa Banyuraden dalam menerapkan dan membuat pupuk organik.
Subjects: Jurusan Pertanian > Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan
Depositing User: Ririn Indriyati
Date Deposited: 05 Mar 2021 04:12
Last Modified: 21 Dec 2021 07:28
URI: http://repository.pertanianpolbangtanyoma.ac.id/id/eprint/16

Actions (login required)

View Item View Item